Petani Karet Tolak PPh

Petani Karet Tolak PPh
Harian Seputar Indonesia, 29 Januari 2009

PALEMBANG (SINDO) – Market komoditas karet terancam.Kondisi ini dipicu kenaikan PPh dari 0,5% menjadi 1% mulai 1 Januari 2009 bagi eksportir tanpa NPWP.

Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel Alex Kurniawan Eddy mengatakan, kenaikan pajak penghasilan (PPh)memang berpotensi memperburuk kondisi market komoditas karet. Pasalnya, petani tidak akan bergairah melakukan produksi bila pengumpul membeli karet dengan harga lebih rendah.

Saat ini harga jual karet di pasar dunia masih bertahan di level 1,33 USD/ kg. Angka itu turun jauh sebelum krisis sebesar USD2,3/kg. “Sekarang kami (Gapkindo) ini serbasalah. Gapkindo hanya ditugaskan memungut untuk disetorkan ke negara.Di sisi lain,karena dekat dengan eksportir, kami paham betul kesulitan mereka.

Sebab, harga karet saat ini saja belum beranjak naik,”ungkapnya. Agar petani karet tidak makin terpuruk,Alex mengaku sudah membentuk tim bekerja sama dengan pemerintah daerah mendesak peninjauan ulang tarif di Dirjen Pajak. Bahkan, Gapkindo mengirim surat ke Dirjen Pajak pada pertengahan Januari lalu.

Dalam surat tersebut, Gapkindo mengasumsikan agar PPh sebesar 0,5% dibebankan kepada eksportir yang tidak mempunyai nomor pokok wajib pajak (NPWP). Sebaliknya, jika eksportir sudah memiliki NPWP, tidak lagi dibebani PPh. Pasalnya, kenaikan PPh menjadi 1% dianggap terlalu memberatkan.

“1% dari omzet itu tentu sangat memberatkan, apalagi dalam kondisi seperti ini. Makanya kami perlu duduk bersama satu meja untuk berunding lagi soal penurunan PPh supaya tidak memberatkan petani. Sebab, petani yang paling kena imbas dari keputusan itu,”papar Alex.

Menurut Koordinator aksi Cokro Aminoto, harga karet saat ini sangat tidak relevan dengan tingkat harga kebutuhan hidup masyarakat atau petani. “Seharusnya 1 kg karet seharga2kgberas.Tapi,saatini malah harga beras lebih mahal daripada harga karet.

Kami mintakitasegeraberangkatke Jakarta untuk menyelesaikan semua permasalahan ini.Jika tidak segera diindahkan, aksi lebih besar bahkan 1 juta petani akan mendatangi pemprov,” pungkasnya.
Komalasari, Berli Zulkanedi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: