18 June, 2010 22:55

Jum’at, 18 Juni 2010 EKONOMI Prospek Karet Alam Diperkirakan Membaik JAKARTA (LampostOnline): Kementerian Pertanian mengungkapkan, prospek karet alam pada tahun depan diperkirakan semakin membaik akibat meningkatnya harga karet sintetis di pasar dunia. Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Achmad Mangga Barani, di Jakarta, Jumat (18-6), mengatakan, saat ini komposisi pangsa pasar karet alam dengan karet sintetis di dunia berbanding antara 60 dengan 40 persen. Menurut dia, saat ini harga karet sintetis mahal di pasar internasional karena bahan bakunya dari minyak fosil yang harganya juga naik antara 60-70 persen. “Oleh karena itu, karet sintetis menjadi semakin kalah bersaing dengan karet alam. Kondisi ini membawa dampak membaiknya usaha karet alam,” katanya. Sementara itu, menyinggung harga karet di pasar internasional, Dirjen mengatakan, Indonesia, Thailand, dan Malaysia sebagai negara produsen karet terbesar telah menetapkan harga patokan karet alam sebesar 1,6 dolar AS per kilogram. “Itu adalah harga minimal, kalau di bawah harga tersebut tidak akan dilepas,” katanya. Namun demikian, lanjutnya, saat ini rata-rata harga jual karet alam dari tiga negara produsen utama, Indonesia, Malaysia, dan Thailand berkisar di 3,20 hingga 3,30 dolar AS per kilogram. Menanggapi harga karet yang diterima petani masih rendah, dia menyatakan, hal itu disebabkan bokar atau bahan baku karet alam yang dijual petani kualitasnya tidak bagus. Dikatakannya, petani seringkali mencampur bokar dengan benda- benda lain seperti batu, kayu bahkan potongan-potongan sandal untuk menambahkan bobotnya. Padahal, tambahnya, jika bokar yang dijual kotor maka yang diuntungkan justru pedagang perantara karena mereka bisa menekan harga pembelian ke petani sebaliknya memungut biaya proses pembersihan ke industri. “Oleh karena itu, harus ada SNI (standar nasional Indonesia) untuk karet agar harganya tidak jatuh,” katanya. Pada kesempatan tersebut, Achmad Mangga Barani juga menyatakan, peluang Indonesia menjadi produsen karet utama di dunia sangat dimungkinkan karena mempunyai potensi sumberdaya yang sangat memadai. Berdasarkan data Ditjen Perkebunan, luas areal perkebunan karet nasional pada 1968 baru 2,2 juta hektar namun pada 2009 meningkat menjadi 3,43 juta hektar terdiri 85 persen perkebunan rakyat, 8 persen milik swasta dan 7 persen BUMN. Produksi karet nasional pada tahun lalu mencapai 2,4 juta ton dengan produktivitas 0,9 ton/hektar, sedangkan ekspor mencapai 1,99 juta ton dengan nilai 3,24 miliar dolar AS. Sementara itu, untuk 2010 produksi karet nasional diperkirakan mencapai 2,5 juta ton dari luas areal tanam 3,44 juta hektar serta produktivitas 0,93 ton/hektare. ANT/L-1 Cetak Berita Copyright © 2004 Lampung Post. All rights reserved.In associated with Media Indonesia Online.Comments and suggestions please email webmaster@metrotvnews.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: