budidaya karet

BUDI DAYA
TANAMAN KARET
Lembar Informasi Pertanian (LIPTAN) BIP Irian Jaya No. 109/92
Diterbitkan oleh: Balai Informasi Pertanian Irian Jaya
Jl. Yahim – Sentani – Jayapura
Juli 1992 Agdex: 191/20
Tanaman karet merupakan salah satu komoditi perkebunan yang menduduki posisi
cukup penting sebagai sumber devisa non migas bagi Indonesia, sehingga memiliki
prospek yang cerah. Oleh sebab itu upaya peningkatan produktifitas usahatani karet
terus dilakukan terutama dalam bidang teknologi budidayanya .
SYARAT TUMBUH
Tanaman karet dapat tumbuh baik dan berproduksi yang tinggi pada kondisi tanah
dan iklim sebagai berikut:
– Di dataran rendah sampai dengan ketinggian 200 m diatas permukaan laut,
suhu optimal 280 c.
– Jenis tanah mulai dari vulkanis muda, tua dan aluvial sampai tanah gambut
dengan drainase dan aerase yang baik, tidak tergenang air. pH tanah
bervariasi dari 3,0-8,0
– Curah hujan 2000 – 4000 mm/tahun dengan jumlah hari hujan 100 -150 hari.
P E M B I B I T A N
Perbanyakan tanaman karet dapat dilakukan secara generatif maupun vegetatif.
Namun demikian, cara perbanyakan yang lebih menguntungkan adalah secara
vegetatif yaitu dengan okulasi tanaman.
Okulasi sebaiknya dilaksanakan pada awal atau akhir musim hujan dengan tahapan
sbb:
– Buatlah jendela pada batang bawah dengan ukuran panjang 5 cm dan lebar
1/2 – 3/4 cm.
– Buatlah perisai pada entres dengan ukuran lebih kecil dari jendela dan mata
diambil dari ketiak daun.
– Bukalah jendela pada batang bawah kemudian selipkan perisai diantara kulit
jendela dan kambium
– Tutuplah kulit jendela kemudian dibalut dengan rafia atau pita plastik yang
tebalnya 0,04 mm.
– 2 minggu setelah penempelan, penbalut dibuka dan periksalah perisai.
– Potonglah batang bawah pada ketinggian 10 cm diatas tempelan dengan
arah pemotongan miring.
Klon-klon yang dianjurkan sebagai bibit batang bawah adalah:
GTI, LCB 1320 dan PR 228.
PENANAMAN
– Lahan/kebun diolah sebaik mungkin sebelumnya .
– Lakukan pengairan untuk mengatur letak tanaman dalam barisan.
– Luka potong akar tunggal dan akar lateral diolesi dengan pasta Rootone F
dosis 125 mg ditambah dengan air 0,5 ml untuk satu stump.
– Pembungkus okulasi dilepas agar tidak mengganggu pertumbuhan dan bibit
siap ditanam.
PEMELIHARAAN
– Lakukan penyiangan untuk menghindari persaingan tanaman didalam
pengambilan unsur hara.
– Penyulaman dilakukan untuk mengganti tanaman yang telah mati sampai
dengan tanaman telah berumur 2 tahun pada saat musim penghujan.
– Tunas palsu harus dibuang selama 2 bulan pertama dengan rotasi 2 minggu
sekali, sedangkan tunas lain dibuang sampai tanaman mencapai ketinggian
1,80 m.
– Setelah tanaman berumur 2-3 tahun, dengan ketinggian 3,5 m dan bila belum
bercabang, perlu diadakan perangsangan dengan cara pengeratan batang,
pembungkusan pucuk daun dan pemenggalan
– Lakukan pemupukan secara intensif pada tanaman baik pada kebun
persemaian, kebun okulasi maupun kebun produksi, dengan menggunakan
pupuk urea, TSP, dan KCL. Dosis pupuk disesuaikan dengan keadaan/jenis
tanah. Untuk jenis tanah Latosol dan Podsolik Merah Kuning, anjuran dosis
pupuk seperti pada tabel 1.
– Hama-hama penting yang sering menyerang karet adalah:
a . Pseudococcus citri
Pengendaliannnya dengan menggunakan insektisida jenis
Metamidofos, dilarutkan dalam air dengan konsentrasi 0,05 -0,1%.
b. Kutu Lak (Laeciper greeni)
Dapat diberantas dengan insektisida Albolinium (Konsentrasi 2%)
ditambah Surfactan citrowett 0,025%.
– Penyakit-penyakit yang ditemui pada tanaman karet adalah: penyakit embun
tepung, penyakit daun, penyakit jamur upas, penyakit cendawan akar
putih-dan penyakit gugur dawn: Pencegahannya dengan menanam Klon yang
sesuai dengan lingkungan dan lakukan pengelolaan , tanaman secara tepat
dan teratur:
PENYADAPAN
Penyadapan pertama dilakukan setelah tanaman berumur 5-6 tahun. Tinggi bukaan
sadap pertama 130 cm dan bukaan sadap kedua 280 cm diatas pertautan okulasi.
Hal yang perlu diperhatikan dalam penyadapan antara lain:
– Pembukaan bidang sadap dimulai dari kiri atas kekanan bawah, membentuk
sudut 300.
– Tebal irisan sadap dianjurkan 1,5 – 2 mm.
– Dalamnya irisan sadap 1-1,5 mm.
– Waktu penyadapan yang baik adalah jam 5.00 – 7.30 pagi.
Tabel 1: Dosis pemupukan, tanaman karet pada jenis tanah Latosol dan Podsolid
Merah Kuning.
DOSIS SETIAP POHON (GRAM)
LATOSOL PODSOLID
U B
M U
U L
R A
N Urea TSP KCL Urea TSP KCL
3 22 18 15 22 27 13
9 44 35 30 43 54 26
15 65 53 45 65 81 39
21 87 20 60 87 108 52
27 109 88 15 109 135 65
33 130 106 90 130 162 78
39 174 133 120 114 216 104
45 217 156 150 217 270 150
51 261 175 180 261 324 156
57 261 133 180 261 324 156
Catatan : Seterusnya setiap 6 bulan sekali.
JR/004/92
Sumber:
– Budidaya dan Pengolahan Karat, D. Setyamidjaya, M. Ed. 1983
– Budidaya Tanaman Karat, BIP Sumatra Selatan. 1987

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: